Golden Ticket

Golden Ticket

Jumat, 19 September 2014

Pertemuan ke-3

Ini adalah hari ke-3 saya belajar Filsafat. Dimana hari ini membahas tentang Epistemologi.


EPISTEMOLOGI 


  • Berasal dari Bhs.Yunani "Episteme" (pengetahuan), dan "Logos" (ilmu)
  • Cabang dari filsafat yang mempelajari tentang pengetahuan itu sendiri dan paling sering di bahas.
  • Berkaitan dengan asal, karakter, dan sifat.
  • Teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki manusia.
  • Pengetahuan dapat diperoleh manusia melalui akal dan panca indra dengan berbagai metode :

  1. Metode induktif --> dari hal yang spesifik ke hal yang umum.
  2. Metode deduktif --> dari hal yang umum ke hal yang spesifik.
  3. Metode positivisme
  4. Metode Kontemplatis
  5. Metode dialektis
Metode Untuk Memperoleh Pengetahuan :
  1. Metode Empirisme --> suatu cara metode dalam filsafat yang mendasarkan cara pengetahuan dengan melalui pengalama. Tokohnya John Lock, bapak empirisme Britania "bahwa pada waktu manusia dilahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong (tabula rasa), di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman indriiuan."
  2. Metode Rasionalisme --> satu cara dalam memperoleh sumber pengetahuan yang berlandaskan akal. Tokohnya Rene Descartes.
  3. Metode Fenomenalisme --> satu cara dalam memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan menggali pengalaman dan dalam dirinya sendiri. Tokohnya Immanuel Kant.
Sifat Epistemologi :
  1. Secara kritis : mempertanyakan cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia.
  2. Secara normatif : menemukan tolak ukur yang sesuai dengan norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan. 
  3. Secara evaluatif : menilai apakah suatu keyakinan, pendapat suatu teori pengetahuan dapat dipertanggung jawabkan secara logis dan akurat.




Dasar Sumber Pengetahuan :
  • Kesadaran atau subjek (S) --> berperan sebagai yang menyadari atau mengetahui.
  • Objek (O) --> berperan sebagai yang disadari atau diketahui.

KEBENARAN

Kebenaran sebagai sifat pengetahuan disebut Kebenaran Epistemologis. Lawan dari kebenaran adalah salah. Secara umum kebenaran biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan dan dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya. 

 
Menurut Plato, pengertian tentang kebenaran secara etimologi bahwa aleheia berarti "ketaktersembuyiaan adanya" atau "keteringkapan adanya"
Menurut Plato bahwa selama kita terikat pada "yang ada' dan tidak masuk pada "adanya dari yang ada", kita belum berjumpa dengan kebenaran, karena "adanya" itu masih tersembunyi.








Menurut kaum Positivisme Logis "bahwa kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu : kebenaran faktual dan kebenaran nalar" 


Menurut Thomas Aquinas "kebenaran dibedakan menjadi dua, yaitu : kebenaran ontologis dan kebenaran logis"













Kedudukan Kebenaran

Kedudukan kebenaran pengetahuan dalam pandangan Platonis lebih diletakkan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui. Sedangkan, Aristotelian dalam subyek yang mengetahui.

Kesahihan dan Kekeliruan

Kekeliruan perlu dibedakan dengan kesahihan.
Kekeliruan adalah segala sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut.

Faktor-faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Kekeliruan :

  • Sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam proses kegiatan mengetahui.
  • Sikap takut salah 
  • Prasangka dan bias-bias, baik individu maupun sosial
  • Keliru ddalam penalaran atau tidak mematuhi aturan-aturan logis. 


*Kebenaran terjadi  karena adanya kesepakatan. Contohnya : sebuah 'kertas'  dikatakan itu kertas dan disepakati secara bersama itulah yang namanya kebenaran. 

Teori Kebenaran Dalam Ilmu Pengetahuan :

  1. Teori kebenaran korespondensi : sifatnya subyektif.
  2. Teori kebenaran koherensi : sifatnya obyektif.
  3. Teori kebenaran pragmatik : kebenaran akan terjadi memiliki kegunaan.
  4. Teori konsensus : kebenaran ada kesepakatan yang disertai alasan.
  5. Teori semantik : kebenaran tentang arti suatu kata.

Kegiatan Ilmiah

Pada suatu riset (penelitian) terdapat hubungan antara metodologi, rasionalitas (kreativitas), dengan epistemologi.

TUGAS!!
  1. Mencari contoh pendekatan kebenaran rasionalisme maupun empirisme berdasarkan sifat epistemologi yaitu, secara kritis, normatif, dan evaluatif. Adapun kasusnya, yaitu : 
  • Pemilu yang diadakan secara tidak langsung atau langsung.
  • Pergaulan bebas pada remaja.



JAWAB
  • Saya lebih pro diadakannya pemilu secara langsung, karena berdasarkan rasionalis (akal budi) masyarakan bisa menggunakan hak pilih secara penuh dan mendapat rasa kepuasan sendiri walaupun yang nantinya kita sudah pilih belum mendapat posisi tersebut. Oleh sebab itu secara kritis pemilu harus diadakan secara langsung, karena rakyat pun harus ikut bertanggung jawab atas yang telah dipilihnya. Secara normatif pemilu diadakan secara langsung melainkan pemerintahan kita menggunakan sistem demokrasi yaitu "dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat", jadi apapun yang telah kita pilih itupun demi kebaikan pemerintahan kita, masyarakat, dan tentunya bagi negara kita. Secara evaluatif pemilu diadakan secara langsung agar rakyat bisa memberi mandat atau kepercayaan kepada pilihannya.



  • Saya lebih kontra dengan pergaulan bebas, karena berdasarkan rasionalis (akal budi) pergaulan bebas pada remaja khusunya untuk anak dibawah umur tentunya tidak baik bagi jasmani dan rohaninya. Secara kritis pergaulan bebas itu tidaklah sangat baik karena bisa berdampak pada nyawa kita sendiri, contohnya bila seorang perempuan melakukan aborsi bukan hanya menghilangkan nyawa anaknya melainkan nyawa perempuan itu sendiri. Secara normatif pergaulan bebas itu dilarang oleh agama dan negara kita sendiri, dan dimana seseorang yang telah melakukan pergaulan bebas telah memberikan rasa ketidaknyamanan pada lingkungan sekitarnya. Secara evaluatif pergaulan bebas itu sangat tidak baik, karena pergaulan bebas tersebut bisa membawa dampak yang negatif terhadap dirinya sendiri, contohnya seseorang yang menggunakan obat-obatan terlarang bisa menyebabkan kecanduan dan ketergantungan dan bisa mengalami overdosis. 


Sumber : Power point dan Modul kbk Filsafat

Pertemuan ke-2

Selasa, 16 September 2014

Hai, ini adalah hari kedua saya belajar tentang Filsafat. Dimana saya di kasih materi tentang Metafisika dan Aksiologi. Saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang Metafisika.

METAFISIKA


Secara etimologis : meta ta physika --> sesudah fisika. 
Aristoteles sendiri menyebutkan filsafat pertama (metafisika) dan filsafat kedua (fisika).                                   

Beragam arti metafisika :

  • Upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan.
  • Usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas.
  • Pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai                      seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada.
Pembagian metafisika :
  1. Metafisika umum (ontologi)
  2. Metafisika khusus (kosmologi, teologi metafisik, fils. Antropologi)
Metafisika Umum (Ontologi)

  • Membahas segala sesuatu yang ada secar menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu.
Tiga teori Ontologis :

  • Idealisme --> ada sesumgguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya.
Tokohnya :

  • Berkeley (1685-1753) "satu-satunya realitas sesungguhnya ialah aku subjektif spiritual"
  • I. Kant (1724-1804) "objek pengalaman ialah yang ada dalam ruang dan waktu, penampilan dari yang tak punya eksistensi dan independen di luar pemikiran kita"
  • Hegel (1770-1831) "segala sesuatu yang ada adalah satu bentuk dari satu pikiran"



  • Materialisme --> menolak hal yang tak keliatan.
Tokohnya : 
  • Leukippos dan Demokritos (460-370SM) "realitas bukan hanya satu tapi banyak unsur yang tak dapat dibagi (atom)"
  • Hobbes (1588-1679) "seluruh realitas ialah materi yang tak bergantung pada pikiran kita"
  • Dualisme --> tipe fundamental substansi adalah materi dan mental



Metafisika Khusus (Teologi Metafisik)

  • Membahas tentang alam sebagai totalitas dari fenomena. Yang disoroti: ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan metode rasional.
Teologi metafisik : dikenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan pada Allah ditengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia. 
Beberapa tokohnya :
  • Anselmus
  • Descartes
  • Thomas Aquinas
  • I.Kant
Mereka membuktikan Allah ada dengan bukti rasional sbb :
  • Argumen ontologis : Semua manusia punya ide tentang Allah. Realitas lebih sempurna dari ide.
  • Argumen kosmologis : Setiap akibat pasti punya sebab. Dunia adalah akibat, penyebab adanya dunia ialah Tuhan.
  • Argumen teleologis : Segala sesuatu ada tujuannya. Pengatur tujuan adalah Tuhan.
  • Argumen moral : Manusia bermoral karena dapat membedakan yang baik dan buruk.

Selanjutnya, saya akan membahas tentang Aksiologi

AKSIOLOGI

  • Aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.
  • Aksiologi sebagai ilmu yang membicarakan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri.
  • Surisumantri menyatakan bahwa aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.

Fakta dan Nilai :

Fakta : Sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung begitu saja.
Nilai : Sebagai sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat atau mengimbau kita.
Nilai berperanan dalam suasana apresiasi, sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi.
Fakta selalu mendahulukan nilai, duluan fakta baru penilaian atas fakta tersebut.

3 ciri-ciri nilai :

  • Nilai berkaitan dengan subjek.
  • Nilai tampil dalam konteks praktis
  • Nilai menyangkut sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.
Macam-macam nilai :

  • Nilai ekonomis 
  • Nilai estetis : Saat menikmati lukisan, atau lagu yang indah.
Nilai Moral

Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecendrungan dan kepentingan pribadi kita.


Nilai dibagi dalam 4 kelompok :

  • Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yang perpadanan dengan makhluk punya indera.
  • Nilai-nilai vitalitas-perasaan halus, kasar, luhur, dll.
  • Nilai rohani
  • Nilai religius
Ciri-ciri nilai moral :

  • Berkaitan dengan tanggungjawab kita sebagai manusia.
  • Berkaitan dengan hati nurani.
  • Mewajibkan, misalkan nilai moral mewajibkan secara absolut.
  • Bersifat formal

Pembagian Aksiologi


  1. Etika (Filsafat Etika)  ---> mengkaji tentang prinsip -prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia. Etika di gunakan untuk membedakan hal-hal perbuatan, atau manusia-manusia lainnya. Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat norma, dan istilah moral. Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
  2. Estetika (Filsafat Keindahan) --> mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan rasa dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa mengenal karya besar seni.
Obyektivitas dan Subyektivitas Nilai

  • Dikatakan obyektif apabila nilai-nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang menilai.
  • Dikatakan subyektif apabila subyek berperan dalam memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnya.
Dengan demikian, nilai subyektif selalu memerhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Peranan Nilai Bagi Kita :

  • Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
  • Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya.
  • Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
  • Memperkuat identitas kita sebagai manusia.
Dimana hari kedua, kelompok kami diberi tugas diskusi tentang lingkungan Untar, inilah hasil dari diskusi kami.


Sumber : PPT dan Modul kbk Filsafat

Kamis, 18 September 2014

Pertemuan Pertama

Hari ini saya baru memulai blog pertama saya tentang Filsafat. Saya akan memulai dari pengertian Filsafat itu sendiri. Filsafat dari bahasa Yunani "philosophia", kata majemuk dari "philos" artinya kekasih/sahabat, dan "sophia" artinya kebijaksanaan/pengetahuan. Secara harfiah philosophia berarti mencintai kebijaksanaan.

Adapun beberapa definisi filsafat, yaitu: 

  • Filsuf Pra-Sokratik : Filsafat itu adalah ilmu yang berupaya memahami hakikatalam dan realitas dengan mengandalkan akal budi.
  • Plato : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni.
  • Aristoteles : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada.
  • Rene Descartes (filsuf Prancis) : Filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya ialah Tuhan, alam dan manusia.
  • William James (filsuf Amerika) : Filsafat adalah suatu upaya luar biasa hebat untuk berpikir yang jelas dan terang.

Selanjutnya, saya akan membahas 4 hal yang melahirkan Filsafat :

  • Kekaguman (thaumasia)
  • Ketidakpuasan
  • Hasrat bertanya
  • Keraguan
Adapun Sifat Dasar Filsafat. yaitu :

  • Berpikir radikal --> berpikir mendalam untuk mencapai akar permasalahan dan memperjelas realitas.
  • Mencari asas --> berupaya menemukan asas paling hakiki dari segala sesuatu.
  • Memburu kebenaran --> bisa di persoalkan kembali demi meraih kebenaran yang lebih pasti.
  • Mencari kejelasan --> untuk menghilangkan keraguan, guna meraih kejelasan intelektual.
  • Berpikir rasional --> dengan ciri-ciri logis,sistematis, dan kritis.
Peranan Filsafat :

  • Pendobrak
  • Pembebas
  • Pembimbing 

Kegunaan Filsafat :

  • Bagi ilmu pengetahuan : Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan telah melahirkan, merawat, dan mendewasakan ilmu pengetahuan.
  • Bagi kehidupan praktis : Filsafat membantu manusia memahami apa arti, misalnya, nilai keindahan dalam arsitektur.


KELAHIRAN FILSAFAT YUNANI

  • "filsafat" dan "filsuf" : Bahasa Yunani "philosophia" dan "philosophos" : pencinta kebijaksanaan.
  • Pertama kali digunakan oleh Pythagoras (abad 6 SM).
  • Dialog Plato Phaidros : Orang bijaksana cocok untuk Dewa, sementara manusia lebih cocok "pencinta kebijaksanaan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya filsafat 
  1. Keberadaan mitologi : *mitos kosmogonis (asal usul alam) *mitos kosmologis (sifat kejadian alam semesta) .
  2. Kesusastraan Yunani berupa amsal, teka-teki, dongeng.
  3. Pengaruh ilmu pengetahuan dari timor kuno.
Kaitan sifat bangsa Yunani dengan kelahiran filsafat 
  1. Segi geografis : Daratan yunani terdiri dari pegunungan gundul, maka mereka berusaha merantau.
  2. Segi sosial politik : Bangsa yunani selalu merasa diri lain dari bangsa lain
  3. Segi kultural : Bangsa pencipta filsafat dan ilmu pengetahuan, juga bisa menghasilkan kesenian yang mengagumkan.
Sejarah filsafat Yunani dan kelahiran filsafat
  • Pemikiran ilmiah adalah temuan Yunani
  • Filsafat Yunani kuno punya posisi istimewa, karena disitu ditemukan kelahiran filsafat. Belajar filsafat Yunani berarti menyaksikan kelahiran filsafat. 
Dihari pertama, kelompok kami diberikan tugas untuk membuat sebuah  Mindmap, inilah hasil kerja dari kelompok kami.


Sumber : Power Point dan modul kbk filsafat

Rabu, 17 September 2014

BIODATA DIRI DAN KELOMPOK

Senin 15 September 2014

Nama: Rahmadita Anisa Fitriani
NIM  :  705140147
Tempat,tanggal lahir : Bekasi, 19 Februari 1996
Alamat : Pondok Hijau Permai, Jl. Angsana 2 blok D3, no.6. Bekasi Timur 17115
Hobby : Mendengarkan musik, jalan-jalan, membaca, main.
Cita-cita : Menjadi psikologi yang sukses.

Saya Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara.


Perkenalkan nama kelompok saya FUTURE PSYCHOLOGY. Yang terdiri dari :


  • Rahmadita Anisa Fitriani
  • Rahmat Mirza
  • Rieanda Febisahfitri
  • Lita Septiani
  • Dinda Ayu R.
  • Vallerie
  • Valencia Berlianti D.